KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


May 7, 2012

Belajar dari Universitas Kehidupan

SIKAP skeptisnya menunjukkan darah wartawan tidak pernah hilang dari dirinya meski kini ia meniti karir di jalur birokrasi. Ia pernah 20 tahun menekuni dunia wartawan. Pengalaman itu sedikit banyak telah membentuk hidup dan pandangan-pandangannya, selalu mempertanyakan segala sesuatu, dan tak lelah untuk terus mencari makna di balik setiap peristiwa dalam kehidupan.

ACHMAD BINTORO

Meski begitu, jangan berharap kini dia bersedia diundang berbicara soal jurnalistik. "Tak usah saya. Banyak kok yang lain," kata Syafruddin Pernyata ketika saya memintanya untuk menjadi pembicara tamu di sebuah sesi latihan wartawan di Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) PWI Kaltim. "Tapi kalau anda meminta saya untuk berbicara tentang kewirausahaan, ayo dengan senang hati saya akan layani," tambahnya.

Sebagai Kepala SJI Kaltim saat itu, tentu saja saya kecewa. Saya pikir kalau saja Espe - begitu dia sering menyingkat namanya - bersedia, tentu akan banyak pelajaran yang bisa dipetik para peserta SJI yang umumnya adalah wartawan baru dengan pengalaman kurang dari lima tahun. Posisinya yang kini sebagai pejabat eselon dua dan pernah menjadi Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, sudah pasti akan menarik untuk digali.