KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


May 1, 2016

Pascaminyak



Usianya baru 30 tahun. Semuda itu ia sudah mengambil banyak peran besar. Ia disebut-sebut berada di balik keputusan berani yang diambil pemerintah Arab Saudi, Senin (25/4). Ia pula yang kemudian tampak lebih banyak meladeni para awak media (termasuk asing) dan menjawabnya dengan tangkas usai sidang dewan kabinet, yang menyetujui Visi Arab Saudi 2030. 

Hari itu, dengan mengapit sang ayah, Raja Salman bin Abdul Aziz (81), bersama saudara sepupunya, Putra Mahkota Mohammed bin Neyef  (56), Mohammed bin Salman mengumumkan visi pemerintah untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada minyak tahun 2020. Ya, empat tahun lagi! 

"Kami bisa hidup tanpa minyak pada tahun 2020," tegas Mohammed Salman, Deputi Putra Mahkota, yang sering dijuluki "Mr Everithing." 

Julukan itu awalnya hanyalah obrolan terbatas para diplomat asing. Bayangkan, masih berusia 30 tahun, tapi perannya nyaris melampaui raja. Ia menduduki berbagai jabatan penting.  Antara lain Wakil Perdana Menteri Kedua, Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Kerajaan, hingga Penasihat Khusus Pelayan Dua Urusan Tanah Suci. Ia juga memimpin perusahaan minyak terbesar di Saudi, Aramco.

"Kami semua telah meningkatkan kecanduan minyak di Arab Saudi. Ini berbahaya dan menghambat pembangunan dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya dalam wawancara dengan televisi pemerintah Al-Arabiya.