KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Oct 9, 2013

Gorontalo dengan Jagungnya, Kaltim Apa?

Banyak orang bertanya-tanya komoditas pertanian unggulan apa yang sudah menggaungkan nama Kaltim. Tidak perlu banyak. Sebut satu saja tapi nyata daripada ingin meraih semua  nyatanya tak satu yang jadi. Gorontalo misalnya, berhasil dikenal dengan jagungnya, Kaltim apa dong?

Tanyalah kepada sopir angkot di Gorontalo, terlebih yang biasa membawa wisatawan, komoditas pertanian unggulan apa yang terkenal dari provinsi itu. Mereka akan memberi jawaban yang sama: jagung! Para sopir itu bahkan tak kalah bersemangat dari petani maupun pejabat teknis sekali pun ketika menjelaskan seputar komoditas yang telah mengharumkan nama daerahnya itu.

"Dan tepatlah kalau nomor kendaraan kami DM," kata Ilyas, sopir angkot yang mengantar kami ke Limboto, Kabupaten Gorontalo. Apa hubungannya? "DM itu (singkatan dari) Daerah Milu," tambah Ilyas kepada saya sekitar dua tahun lalu. Mendengar itu kami semua tertawa. Milu adalah kata dalam bahasa Gorontalo yang berarti jagung.

Sekarang, kata Ilyas lagi, siapa yang tidak mengenal Gorontalo. Siapa yang tidak mengenal Fadel Muhammad al Hadar. "Banyak rakyat menyayanginya, sayang beliau kemudian diangkat menjadi Menteri Kelautan."

Fadel -- alumni ITB jurusan Teknis Fisika, politisi cum pengusaha -- adalah Gubernur Gorontalo pertama yang memimpin pengembangan jagung sebagai komoditas pertanian unggulan. Pada Pilgub kedua tahun 2006, dia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan yang tertinggi di Indonesia sehingga tercatat di MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.