KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Apr 28, 2013

Pesan dari Sebuah Kematian

Allah sangat menyayangi ustad Jefry "Uje" al Buchori. Kalau bukan karena kasih Allah SWT, dia tak akan dipanggil secepat ini dan di hari yang sebaik ini. Melalui kematiannya yang tidak pernah diduga banyak orang, bahkan oleh istrinya sendiri, Pipik, Tuhan justru mengangkat tinggi derajat Uje.

Tiba-tiba saja saya merasa kehilangan. Saya tidak mengenal Uje secara pribadi. Saya hanya pernah beberapa kali menyaksikan wajahnya di layar kaca saat dia bertausiah. Juga saat dia melantunkan lagu-lagu syiar dengan suaranya yang merdu. Tutur katanya lembut, berisi, dan ngena di hati. Banyak kalangan muda mengidolakannya. Mereka menjulukinya sebagai ustad gaul. 

Dia tidak cuma bicara. Dia tidak cuma berceramah. Dia juga laku. Dia adalah contoh sebuah transformasi kehidupan seorang manusia biasa. Dari penolakan menjadi sebuah penerimaan terhadap seseorang yang berupaya menjadi mukmin secara kafah.

Apr 13, 2013

Hari Jadi

Tadi malam saya sengaja pulang kantor lebih cepat. Pukul 22.15 saya meninggalkan kantor, lalu bergegas jemput istri di Seberang. Tiba di rumah beberapa menit sebelum pukul 24.00. Biasanya, kami selalu tiba di rumah ketika hari sudah berganti alias di atas pukul 24.00.


"SELAMAT ya sayang..." kata sang istri seraya memeluk dan mengecup mesra kening saya, tepat pukul 00.00. Dia mengucapkan selamat atas pertambahan umur saya. Dulu 24 tahun. Sekarang 74 tahun. Sebuah hadiah terindah dia berikan malam itu hingga membuat kami akhirnya terlelap.

Pagi tadi, saat mata saya baru terbuka, istri saya kembali mengecup. Segelas kopi jahe sudah dia siapkan. "Selamat ya...," ucapnya lagi.