KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


May 6, 2014

Kini Saatnya Guru Bahagia

Melihat guru berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil, kini menjadi hal yang lumrah. Beberapa sekolah bahkan merasa perlu membuat parkiran khusus atau memperlebar tempat parkirnya. Di tempat itu ditulis: "Parkir Mobil Guru."

Hal yang jamak pula menyaksikan guru ke sekolah dengan bergonta-ganti mobil. Hari ini dia naik Avanza, besok naik Innova, dan lusa mengendarai CRV. 

"Jadi guru itu sekarang itu memang enak. Gak aneh lagi melihat mereka naik mobil," kata Prof Dr Dwi Nugroho, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Kemasyarakatan dan SDM dalam seminar "Strategi Pembangunan Pendidikan di Kaltim" di Hotel Swissbell Borneo Samarinda, Kamis (1/5).

Seminar kemarin boleh dibilang agak istimewa. Terutama karena melihat pesertanya. Mereka adalah para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi se-Kaltim. Mereka juara dari kabupaten dan kota masing-masing. Panitia dari Dinas Pendidikan Kaltim sengaja memberi apresiasi dengan menginapkan mereka di hotel berbintang, sekaligus untuk menguji dan memilih siapa yang pantas mewakili Kaltim dalam lomba di tingkat nasional.

Begitu besar perhatian pemerintah terhadap guru, hingga hadiah yang diberikan kepada mereka pun tidak tanggung-tanggung. Juara I Provinsi akan mendapat Rp 25 juta, juara II dan III masing-masing Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Itu belum termasuk hadiah dari kabupaten dan kota.

Terminal Samarinda Terbaik, di Mata Siapa?

Haruskah saya bersuka cita? Tidak biasanya, reflek saya kali ini tidak gerak ketika membaca berita gembira: "Terminal Sungai Kunjang Terbaik se-Indonesia." Lazimnya, akan terlontar pujian -- meski hanya dalam hati -- kepada tokoh, instansi maupun korporat yang mendapatkan penghargaan atas prestasi yang mereka raih.


"Ya, dia pantas mendapatkannya." 

Setidaknya itu yang terucap di bibir saya begitu mendengar kabar gembira, sebagai bentuk pengakuan sekaligus turut berbangga. Dan itu pula yang seketika terucap, saat saya menyaksikan laporan CNN, akhir Maret lalu, mengenai hasil survei Skytrax 2014, yang menyatakan Changi International Airport  di Singapura sebagai bandara terbaik di dunia.

Dunia penerbangan mana yang tak mengenal Skytrax. Ini adalah lembaga pemeringkat penerbangan independen yang kredibel. Lembaga ini berbasis di London. Dalam sejarahnya, lembaga ini tak pernah melakukan survei sekedar untuk memenuhi pesanan klien tertentu, atau melakukan survei secara asal-asalan. Terlebih yang ingin dicari adalah  "yang terbaik".