KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Apr 21, 2014

Ogah Jadi Petani di Kaltim


Masih mau menjadi petani sawah di Kaltim? Cermati dulu kalkulasi berikut ini. Biaya olah tanah Rp 1 juta/ha, biaya tanam Rp 1 juta, pupuk dan obat-obatan Rp 8-9 juta, pascapanen Rp 2-3 juta. Jadi, selain lahan, petani harus memiliki modal kerja sedikitnya Rp 14 juta.

Itu angka yang tidak kecil. Lalu berapa laba/rugi yang akan diperoleh -- istilah kerennya return of investment (RoI)?

Satu hektare sawah bisa menghasilkan Rp 20 juta. Asumsinya harga gabah kering giling Rp 3.750- Rp 4.000/kg, dan produksi 5 ton GKG. Acapkali  produksi di bawah itu. Terutama  saat kering melanda seperti dua tahun terakhir. Iklim tidak menentu. Irigasi teknis terbatas. Banyak sawah tadah hujan akhirnya tirus kehausan. Pada 2011-2012, produktivitas di Kaltim hanya 3,94 ton. Tahun 2013 naik sedikit: 4,06 ton.

Anda pikir masih ada margin lumayan, 25 persen. Eiitt, jangan senang dulu. Hasil sebesar itu baru diterima efektif 5-6 bulan kemudian. Yakni setelah seluruh gabah terjual. Hasil sebenarnya kurang dari Rp 1 juta per bulan. Kalau lahan yang dimiliki hanya setengah hektare, tentu akan lebih kecil  hasilnya. Rata-rata kepemilikan sawah oleh petani secara nasional hanya 0,03 ha. Bandingkan di Thailand yang mencapai 3 ha.


Dengan hasil dan ongkos produksi yang begitu mahal seperti itu kaum muda di Kaltim ogah menjadi petani. Petani identik dengan kemiskinan. Lihatlah penggarap sawah di Lempake, Samarinda, Teluk Dalam di Kutai Kartanegara atau di daerah sentra produksi lainnya di Kaltim. Hampir semuanya di atas 50 tahun. Anak-anak muda mereka kini lebih tertarik bekerja di kota.

"Berbeda dengan di Jawa, di Kaltim banyak pilihan yang lebih menggoda. Cuma menyiangi rumput di perkebunan sawit, dapat upah harian Rp 100.000. Belum kalau bekerja di tambang batubara," kata Prof Dr Riyanto dari Fakultas Pertanian Unmul.

Hal senada diungkapkan Dr Rusdiansyah, juga dari Faperta Unmul. Tenaga kerja yang kian terbatas menjadi salah satu kendala terbesar peningkatan produksi di Kaltim. Hasil Sensus Pertanian 2013 menunjukkan angka yang lebih riil.  Tahun 2003, jumlah petani di Kaltim masih 203.179 rumah tangga pertanian (RTP). Sepuluh tahun kemudian tinggal 180.614 RTP.

Banyaknya lahan sawah yang dikonversi menjadi areal tambang turut memperparah keadaan. Lahan produktif di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang misalnya, habis dicaplok tambang batubara PT GDM. Bupati Kukar Rita Widyasari menerbitkan IUP No 540/2749/IUP-OP/MB-PBAT /XI/2010 tanggal 8 November 2010 seluas 1.758 ha kepada perusahaan itu yang sebagian arealnya melintasi areal persawahan di Manunggal Jaya dan tiga desa tetangganya: Bukit Raya, Embalut, dan Bangun Rejo.


Nasib ribuan petani di Desa Kertabuana, lebih memprihatinkan. Mereka harus meninggalkan rumah, ladang dan sawah seluas ratusan hektare akibat kegiatan tambang PT Kitadin Banpu. Ada guyonan yang akrab di telinga: Bukan lagi belalang, tikus, atau wereng yang menakutkan petani, khususnya di Kukar. Mereka lebih takut dozer-dozer tambang batubara. Bangunan irigasi di Separi I senilai Rp 29 miliar yang sudah terlanjur dikerjakan saja digusur. Proyek itu sedianya untuk mengairi 1.400 ha sawah..***

Memiliki lahan yang jauh lebih luas dan penduduk yang relatif sedikit tidak lantas menjadi mudah bagi Pemprov Kaltim untuk mewujudkan swasembada beras. Luas Kaltim (termasuk Kaltara) 19,6 juta ha. Ini setara 1,5 luas enam provinsi di Pulau Jawa. Jumlah penduduk cuma 3,8 juta jiwa. Bandingkan dengan Jawa, 136 juta jiwa.

Dengan lahan seluas itu Pemprov Kaltim berani membuat program-program berskala besar. Sebutlah program membangun 1 juta ha sawit. Tapi pemprov belum berani berkomitmen mencetak 1 juta ha sawah baru untuk ketahanan pangan. "Satu juta hektare (sawah) terlalu besar. Itu tidak realistis, meski lahan Kaltim luas," kata seorang kawan diskusi.

Kenapa tidak? Saya katakan, bukankah pemprov suka dengan pencanangan angka-angka besar? Ada program pengadaan dua juta ekor sapi. Ada pula gerakan penanaman sejuta pohon. Sejak 2009 sudah 3.684.479 pohon yang ditanam. Itu luar biasa! Tetapi, lebih hebat lagi adalah apa yang tidak pernah dicanangkan oleh satu pun kepala daerah, Kaltim justru dapat mewujudkannya. Yakni "Membangun sejuta hektare tambang batubara."

Bahkan yang terealisasi sudah mencapai 6,7 juta ha. Izin tambang seluas itu diterbitkan para bupati dan walikota dalam 1.443 IUP. Terbanyak di Kabupaten Kukar, 407 IUP, disusul Kubar 268 IUP. Kota Samarinda, meski cuma 62 IUP yang diterbitkan walikota, namun luasan konsesinya 71 persen dari luas wilayah kota. Luar biasa bukan?!

Sedang target swasembada beras 2013 yang sudah lima tahun disiapkan dan diyakini akan tercapai, begitu mudah meleset. Target lalu diundur tahun 2018 atau di tahun terakhir periode kepemimpinan Awang-Mukmin. Apa yang salah dengan upaya selama ini?

Mencetak sawah baru sudah dilakukan. Ada 1.850 ha sawah baru dicetak pada 2013 lewat APBN, 100 ha di antaranya dibiayai oleh APBD Kaltim. Pangdam VI/Mulawarman Mayjend Dicky Wainal Usman sudah pula menyatakan siap membantu mencetakkan 10.000 ha sawah baru.

Bibit unggul sudah dibagikan. Sejumlah guru besar dan doktor pertanian pun dikerahkan. Tetap gagal. Padahal, Kaltim hanya perlu 695.262 ton GKG. Asumsinya 62,74 persen menjadi beras, dan angka konsumsi 113 kg/kapita/tahun. Di atas kertas mestinya surplus 1.471 ton beras. Tapi yang terjadi, tingkat pemenuhan semakin merosot, menjadi 81,37 persen atau kurang 80.977 ton beras. Inilah titik pencapaian terendah dalam tahun terakhir.

Lahan menurut Riyanto, hanya salah satu faktor. Apa artinya lahan luas kalau cuma di atas kertas. Beberapa waktu lalu, Bosowa Group dari Sulawesi Selatan, pernah bermaksud membuka sawah di sekitar bendungan Merancang, Kabupaten Berau.

Bendungan Merancang adalah salah satu contoh dari lemahnya sebuah perencanaan dan koordinasi antarinstansi. Selesai dibangun tahun 1995, bendungan seluas delapan hektare ini sempat bertahun- tahun mangkrak karena tak ada petani, jauh dari sawah penduduk. Bendungan dibangun Dinas PU Kaltim, dan hanya dipandang sebagai proyek. Difungsikan atau tidak nantinya, PU tidak mau tahu. Bukan lagi urusan yang membangun.

"Anehnya, begitu mendengar Bosowa mau masuk. Tiba-tiba bermunculan orang-orang yang ngaku memiliki lahan di sana. Ya, perusahaan mundur," kata Riyanto.

Riyanto kini tenaga ahli di Dinas Pertanian Kaltim. Ia masuk dalam tim Food Estate Kaltim.Food Estate adalah program ketahanan pangan nasional. Gubernrur menyatakan kesiapannya mendukung program tersebut. Keunggulan Kaltim menurut Awang adalah lahan yang sangat luas. Namun, saat Menteri BUMN Dahlan Iskan memerlukan lahan 100.000 ha saja di Kaltim, untuk pencetakan sawah baru, tak mampu dipenuhi. Dahlan mengalihkannya di Kalbar karena lahan yang dijanjikan rupanya sudah diberikan kepada perkebunan sawit.

Mencapai target swasembada beras tentu bukan sekedar mencetak sawah baru. Bukan cuma soal bagi-bagi benih unggul, dan subsidi pupuk. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani jauh lebih penting. Untuk itu komitmen kuat seorang pemimpin sangatlah vital. Dia dituntut tak cuma mampu mendirijen seluruh instansi terkait. Tak hanya harus memperluas kepemilikan lahan petani, dan melindungi lahan mereka dari gerusan tambang maupun peruntukkan lain, juga harus memberi kepastian harga panen yang menguntungkan petani. Hanya dengan begitu swasembada beras menjadi lebih bermakna.(achmad bintoro)

"

2 comments:

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI
















PAK BUDIMAN DI MALANG said...

saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah
BUKA PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL