KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Apr 4, 2014

Ketika Daerah "Perjualbelikan" PI

"Participating Interest itu seharusnya untuk memperkuat daerah. Jangan diberikan pada swasta," Menteri Koodinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan hal itu dalam sebuah diskusi otonomi daerah di Surabaya pada 2012. Dua tahun sebelumnya, 28 Januari 2010, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meneken nota kesepahaman (MoU) antara PT Migas Mandiri Pratama dengan PT Yudhistira Bumi Energi  yang kini dipolemikkan.

Kerjasama dilakukan selang dua bulan setelah MMP dibentuk. Yudhistira sendiri dibentuk  sebulan setelah Migas Mandiri Pratama, akhir 2009. Berita Negara Republik Indonesia mencatat pendirian  Yudhistira pada Desember 2009. Tapi siapa sesungguhnya Yudhistira, Pemprov Kaltim tak pernah membukanya terang.

Hazairin Adha, Dirut MMP, setali tiga uang. "Yang pasti dia memiliki dana yang cukup kuat," kata Hazairin. Mantan Kepala Dispenda Kaltim ini tak gamblang menyebut kelompok  perusahaan mana yang menangungi Yudhistira. "Kabarnya di bawah kelompok Alam Sutera," jawabnya.

Ia tidak menjelaskan detil Alam Sutera yang ia maksud. Penelusuran saya terhadap Alam Sutera mentok pada sebuah kelompok usaha Alam Sutera Realty, perusahaan terbuka bidang properti yang mencatatkan sahamnya di bursa tahun 2007 dengan kode ASRI. Perusahaan ini tidak menggeluti bisnis migas.

Induk Yudhistira disebut-sebut melakukan kerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah di Blok Cepu lewat PT Usaha Tama Mandiri Nusantara, dan dengan Pemprov Maluku lewat PT Maluku Energi Nusantara di Blok Masela. Kedua pemda itu sama-sama mencoba peruntungannya di bisnis migas setelah ada sinyal yang memungkinkan pemda daerah penghasil bisa mendapatkan saham PI 10 persen. Tapi lagi-lagi tidak pernah dibuka siapa induk dari perusahaan-perusahaan itu.

"Ada morgan Stanley (sumber dana) di belakangnya," kata Hazairin. Morgan adalah perusahaan jasa finansial asal Amerika.

Kegalauan Hatta saat itu mungkin beralasan. PP N0 35 Tahun 2004 yang memungkinkan pemda bisa memiliki saham hak partisipasi di blok migas (baru) tentu dimaksudkan untuk memperkuat finansial daerah. Selama ini, daerah penghasil migas, Kaltim misalnya, masih berteriak kekurangan duit untuk membangun.


Otoda yang sudah 13 tahun bergulir dan memberikan daerah fulus lebih besar dianggap masih belum berkeadilan. Jatah bagi hasil migas lewat dana perimbangan keuangan pusat dan daerah: 15,5 persen minyak dan 30,5 persen gas untuk daerah dinilai belum seberapa dibandingkan nilai kekayaan alam yang dikeruk selama ini.

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dalam rapat supervisi minerba di depan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja -- juga dihadiri Dirjen Minerba Kementrian ESDM, dan sejumlah pejabat dari Kemenkeu -- di Samarinda, Kamis lalu, kembali mengungkapkan keluhan itu. "Dari kami saja Rp 130 triliun, dari migas, tapi yang kembali cuma Rp 3,2 triliun. Belum lagi dari daerah lain. Adilkah itu, pak?".

Tapi sebagian kalangan menyayangkan  saat peluang memiliki saham di blok migas dimungkinkan, hak itu kemudian "diperjualbelikan" kepada swasta. Bagi hasil yang diperoleh relatif kecil. Itu pun kembali lagi kepada asing, sesuatu yang a-nasionalis.  Pengamat ekonomi Unmul Aji Sofyan Efendi mengatakan, kembalinya tangan asing melalui penggandengan mitra oleh pemda semacam ini tak ubahnya: "Keluar dari mulut singa lalu masuk ke mulut buaya."

Sungguh menggelikan, selama ini kita menolak Total E&P Indonesia justru hanya karena predikat asing. Di Blok Cepu, daerah setempat menggandeng investor asal Singapura dan Cina. Blok lainnya seperti IDD Bangka dan Masela pun asing pula yang digandeng daerah. Beratnya beban cash call  yang harus disediakan daerah pemilik hak partisipasi agaknya membuat daerah tak berdaya menolak tawaran pemodal asing. Tak berdaya pula untuk negosiasi dengan lebih garang dan minta bagian yang
lebih besar.

Bagi Ketua Aliansi Rakyat Kaltim untuk Blok Mahakam, Wahdiat, yang lebih merisaukannya adalah soal kecilnya prosentase bagi hasil dari Yudhistira untuk Kaltim, hanya 25 persen. Publik tahunya Kaltim sedang berjuang mendapatkan saham PI minimal 10 persen. Kalau perjuangan itu berhasil, tapi rillnya yang diterima hanya 2,5 persen -- karena 7,5 persen untuk swasta -- ini bisa membuat kecewa publik.

"Jika ini tidak diselesaikan segera oleh gubernur, dengan memperbaiki nilai prosentase yang lebih besar atau dibatalkan saja, saya khawatir akan menjadi bom waktu," tegas Wahdiat. Bom waktu yang dia maksud terkait ini adalah publik bisa memiliki prasangka yang macam-macam dalam proses penekenan MoU itu.

Beberapa kalangan menyarankan untuk menggunakan APBD sebagai modal bagi MMP. Jika angka investasi sekitar Rp 5-6 triliun, menurut pengamat ekonomi Unmul Sugeng Haryadi Mangku, bisa ringan kalau dikeroyok ramai-ramai oleh provinsi dan kabupaten/kota dengan cara mendirikan badan usaha bersama. Dana APBD bisa menjadi penyertaan saham di BUMD sebagaimana badan usaha bersama BPD Kaltim.

"Cara itu lebih memberikan benefit kepada daerah ketimbang menggandeng swasta dari luar yang  keuntungannya lari ke swasta luar juga. Setidaknya kalau dikeroyek ramai-ramai, keuntungan yang akan diperoleh tidak akan kemana-mana, yakni untuk pemda di Kaltim yang itu berarti untuk rakyat juga," jelasnya.

Opsi lain dengan sindikasi bank. "BPD Kaltim bisa menjadi pemimpin sindikasi, sehingga hasilnya  akan membesarkan BPD Kaltim juga untuk BUMD, tanpa perlu share begitu besar kepada mitra swasta," kata Bernaulus Saragih, ahli ekonomi lingkungan dari Unmul.

Yang pasti, sejauh ini pemerintah Pusat belum memberikan keputusan apa pun. Belum jelas blok itu akan kembali diberikan kepada TEPI, ke Pertamina 100 persen atau kepada keduanya dengan porsi 70:30 seperti proposal Total. Pusat juga pernah memberikan sinyal resmi bahwa Kaltim akan dapat 10 persen.

Bahkan jatah 10 persen di Blok Masela yang sudah lebih dulu diperjuangkan Pemprov Maluku pun, Pusat belum memutuskan. Melihat nilai manfaat yang mengecil untuk daerah itu, membuat Pusat kini harus berpikir ulang. Jangan sampai niat awal untuk memperkuat finansial daerah ternyata yang menikmati malah lebih banyak swasta karena "diperjualbelikan" oleh daerah. Aturan inilah yang kini masih digodok dan dipersiapkan SKK Migas.

Bagi Kaltim, perdebatan semacam ini bukan terjadi sekali dua. Kaltim pernah berdebit sengit antar- kalangan di internal Kaltim sendiri saat memperebutkan 51 persen saham divestasi PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sudah mendekati ending, Kaltim malah gagal meraihnya. Terjadi "perang" Pemprov Kaltim dengan Pemkab Kutim dan Pusat. Saham itu pun dibeli seluruhnya oleh Bumi Reources milik keluarga Bakri dengan nilai yang jauh lebih murah dari yang pernah ditawarkan ke Pemprov.

Gubernur Awang Faroek berulangkali mengingatkan seluruh elemen Kaltim untuk selalu kompak dalam berjuang. Namun kata Wahdiat, jika masalah-masalah prosentase semacam ini tidak dibuka transparan, justru itu yang bisa menjadi bibit penyebab ketidakompakan Kaltim. "Memperjualbelikan" hak Kaltim atas hak partisipasi mungkin bukan sesuatu yang tabu, sepanjang itu dilakukan secara terbuka dan menguntungkan Kaltim. Toh, Gubernur tetap "no comment" ketika didesak wartawan untuk menjelaskan masalah tersebut. (achmad bintoro)

4 comments:

ahmad subgio said...

SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, TANPA PERLU RITUAL, WIRIDAN, PUASA DLL.
Anda tak perlu ragu harus tertipu dan dikejar hutang lagi,
Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan, Atas bantuan pak ustad Insyaallah dengan bantuan dana hibah ghaibnya, semua masalah Ekonomi dan hutang saya terselesaikan dengan cepat. untuk konsultasi tata caranya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<<
karna nmr hp pak ustad tdak bisa di publikasikan sembarangan. terima kasih...

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI
















PAK BUDIMAN DI MALANG said...

saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah
BUKA PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL

PAK RUDI said...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��