KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Apr 14, 2014

Cabe dan Caleg

Istri teman saya mengaku lega sudah mencoblos. Keluar dari bilik suara di TPS 20 Kelurahan Air Hitam, Samarinda senyumnya langsung merekah. Ia merasa sudah menyalurkan hak politiknya dan memilih dengan benar. Saya tidak tahu caleg dan parpol yang ia pilih. Saya hanya tahu harapannya terhadap  para caleg dan parpol pemenang Pileg 2014, seperti sering ia sampaikan saat kami mengobrol, yakni terwujudnya kehidupan rakyat yang adil dan makmur.


Ya, dua kata saja. Baginya, adil merupakan persamaan hak dasar manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, pangkat dan kedudukan. Makmur adalah kehidupan sehari-hari dimana rakyat bisa mencukupi kebutuhan pangannya dengan harga murah. Tercukupi pula kebutuhan sandang untuk keluarganya, dan mampu membeli rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Harapan ini sebenarnya bukan hal baru. Para pendiri bangsa sudah memikirkannya 69 tahun silam ketika menentukan tujuan pembentukan negara Indonesia.

Namun, baru sehari bayangan masa depan rakyat yang lebih baik itu mampir di benaknya, sepulang dari pasar induk Segiri, muka istri teman saya itu sudah keruh. "Masak sudah naik lagi, Rp 80.000 per kilo," katanya dengan kesal. Ia mengambil bungkusan tas kresek kecil berisi lombok. Kenaikan sebesar itu sangat memberatkan. Ia mengaku ngeri membayangkan kalau harganya akan menanjak lagi. Sembilan bulan lalu harga cabe di Samarinda pernah menembus Rp 150.000/kg atau 500 persen dari harga normal.

Ada kebiasaan jelek, begitu harga melonjak, malas untuk melorot lagi. Kecuali pasokan berlimpah. Tetapi kapan pasokan pernah berlimpah di Kaltim? Daging sapi misalnya, sejak mengalami lonjakan  tajam kali pertama, setahun lalu, hingga kini harganya masih saja bertengger di kisaran Rp 120.000.  Berharap kembali normal, menjadi Rp 60.000/kg agaknya tinggal harapan. Kalau "stabilitas" harga macam ini yang diinginkan pemerintah, agaknya kali ini berhasil.

Lantas kepada siapa orang-orang kecil seperti istri teman saya itu akan mengadu? Kepada siapa dia akan menggantungkan harapannya tentang kehidupan rakyat yang adil dan makmur?
***


SORE di depan pasar tradisional di Samarinda Seberang, saya menyaksikan seorang penjual  gorengan menyodorkan uang Rp 50.000 kepada kolektor sebuah koperasi simpan pinjam. Bapak itu meminjam Rp 1 juta. Setiap hari ia harus mengangsur Rp 50.000 selama 30 hari, di luar biaya administrasi Rp 100.000. 
Koperasi simpan pinjam semacam ini sangat banyak. Mereka leluasa beroperasi dan menjadi pilihan "favorit" para pedagang kecil seperti penjaja gorengan itu. Tanpa dokumen dan agunan apa pun. Hari ini pinjam, besok cair, meski bunga mencekik leher.

"Ya, mau gimana lagi, pak. Laba kami memang habis untuk bayar angsuran dan biaya sehari-hari. Tapi (kalau) gak pinjam gak bisa jualan. Lebih repot lagi," kata Nardi, penjual gorengan itu.

Pernah suatu ketika ia memutuskan untuk tidak pinjam lagi koperasi dengan harapan laba jualan bisa ditabung.  Seminggu kemudian ia tutup kekurangan modal. Ia seperti tersedot dalam lingkaran setan. Ini kali keempat Nardi meminjam modal di koperasi yang sama.

"Beruntung sebelum pencoblosan ada yang memberikan amplop," katanya.

Ia mengaku dapat dua amplop. Dari caleg pertama sebesar Rp 100 ribu. Esoknya datang tim dari caleg lain yang memberi Rp 150 ribu. Istrinya juga pernah mendapat kerudung serta paket sembako dari caleg yang gambarnya banyak terpasang di jalan-jalan besar. Lalu coblos yang mana? "Tiga- tiganya saya coblos," katanya. "Biar adil, pak," elaknya.

Uang Rp 250 ribu itu ia gunakan untuk membayar utang ke  tetangganya, seorang penjual baso, Rp 100 ribu. Sisanya ditabung untuk membayar sewa bangsalan bulan depan. Uang sebesar itu memang sangat berarti bagi orang kecil seperti Nardi. Tetapi, yang dibutuhkan Nardi dan mereka lebih dari sekedar uang.

Lalu kepada siapa penjual gorengan ini harus mengadu? Ia mendengar pemerintah akan memberikan akses ke perbankan kepada UMKM. Baginya tetap tak mudah. Kendalanya masih sama. Agunan dan persyaratan bank yang berbelit. Itu pun bunganya tidak kecil-kecil amat, 18-24 persen. Tentu pula harapan rakyat bukan sekedar soal harga cabe dan sembako. Bukan cuma keberpihakan nyata kepada para pelaku UMKM.

Apa pun harapan yang disampaikan rakyat -- seperti soal infrastruktur, ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan yang terjangkau, merata dan berkualitas, penyediaan lapangan kerja, penanganan banjir dan lingkungan, komitmen untuk memerangi KKN -- muaranya tetap pada satu tujuan. Yakni  terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

Mau dan mampukah para caleg yang nanti akan mewakili dan memerintah rakyat ini mengemban amanah yang sangat berat dari rakyat itu?
***

PONAKAN dari seorang kawan mengaku  sudah menghabiskan Rp 1,2 miliar guna merebut suara di dua kecamatan untuk DPRD Samarinda. Itu belum termasuk janji membelikan tiga ambulance untuk tiga rukun kematian di Sempaja. Uang miliaran rupiah itu ludes untuk mencetak algaka saat kampanye, dan serangan fajar.

Seorang caleg lain dari parpol berwarna biru disebut-sebut menyebarkan 30.000 amplop berisi Rp 100 ribu untuk serangan fajar. Itu berarti Rp 3 miliar hanya untuk membeli suara. Toh tidak semua kembali dalam bentuk suara seperti yang dia harapkan. Banyak caleg lain yang mengebom dengan nilai amplop yang lebih besar.

Uang menjadi sesuatu yang sangat vital terhadap keterpilihan seorang caleg. Kawan lain menyebut  menghabiskan Rp 5 miliar, bahkan lebih, agar bisa duduk di DPRD Kaltim adalah nilai yang masuk akal. Justru menurutnya, sulit dipercaya jika ada caleg yang mengaku habis uang hanya Rp 670 juta sedang suara yang diperoleh mencapai 21 ribu hingga 30 ribu. Tentu akan lebih besar lagi uang yang harus digelontorkan jika kursi yang diincar adalah DPR RI.

Tapi yang tidak masuk dalam akal sehat saya adalah bagaimana cara para caleg itu mengembalikan uang sebanyak itu. Gaji dan tunjangan seorang anggota DPRD Samarinda hanya sekitar Rp 25 juta.  Kalaupun dikumpul lima tahun, tanpa dibelanjakan pun hanya Rp 1,5 miliar. Gaji dan tunjangan anggota DPRD Kaltim sekitar Rp 40 juta.

"Tapi teman-teman yang sudah duduk (di DPRD) sih bilang bahwa tetap bisa kembali (modal)," kata ponakan kawan saya itu tanpa merinci bagaimana caranya. Itulah mengapa ia tak terlalu risau harus mengeluarkan uang miliaran rupiah. Baginya, menjadi anggota DPRD bisa mengangkat prestise (martabat) keluarga.

Sejumlah kawan yang terjun di lingkaran timses para caleg mengemukakan, hampir seluruh caleg menggunakan politik uang untuk meraih suara.

Jika begitu kondisinya, lalu kapan para caleg itu memiliki waktu untuk mengemban amanah serta memperjuangkan harapan rakyat? Tentu pertama yang akan mereka lakukan adalah bagaimana agar modal yang sudah dikeluarkan bisa kembali.

Memang tidak semua caleg menggunakan politik uang. Sejumlah caleg dari parpol yang selama ini dikenal memiliki basis masa yang sangat solid setahu saya tidak pernah mengedarkan amplop untuk membeli suara. Hanya saja, berharap kepada mereka saja untuk mewujudkan harapan istri teman saya, penjual gorengan, dan seluruh rakyat lainnya mengenai adil dan makmur, sangatlah mustahil. (achmad bintoro)

2 comments:

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI
















PAK BUDIMAN DI MALANG said...

saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah
BUKA PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL