KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Sep 15, 2013

Menjadi Priyayi Pangreh Praja

Setiap kali diumumkan lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil, peminatnya selalu membludak. Demi menjadi PNS, mereka rela melakukan apa pun. Demo rame-rame jika perlu. Tak sedikit yang sudah bekerja di kantor dan pabrik swasta pun memilih resign. Kesejahteraan hanyalah satu dari sekian banyak daya tarik bekerja di kantor pemerintahan.


Di Kaltim, dan mungkin pula di banyak daerah lain, menjadi pegawai pemerintah identik dengan jaminan kesejahtaraan yang layak. Masa depan yang lebih pasti, jenjang karir yang terbuka lebar, pengaruh, lingkar kekuasaan (kewenangan), dan penghormatan yang lebih. Prof Umar Kayam PhD, sosiolog UGM, mengatribusi kelompok ini sebagai priyayi.

Dalam novel "Para Priyayi", Umar Kayam menceritakan tokoh bernama Soedarsono, seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan kerabatnya diharapkan dapat menjadi "sang pemula" untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten dia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa.

Dari sini Soedarsono memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ketiga anaknya pun melewati zaman Belanda dan zaman Jepang, tumbuh sebagai guru, opsir Peta dan istri asisten wedana. Cita-cita keluarganya berhasil. Dengan menjadi pangreh praja (sekarang pamong praja atau pegawai negeri), Soedarsono berhasil menaikkan status kelas sosial keluarganya, dari kelas bawah (buruh tani) ke kelas menengah. Anak-anak, cucu dan beberapa sanak keluarganya pun kemudian  mengikuti jejaknya masuk dalam jajaran birokrasi.

Gubernur Awang Faroek Ishak adalah salah seorang yang lahir dari keluarga pangreh praja. Dalam berbagai kesempatan, dia mengatakan dalam dirinya menetes darah biru -- bergelar Ngabei Setia Negara -- sekaligus darah birokrat. Ia anak ke-11 dari 13 bersaudara pasangan Awang Ishak, seorang punggawa (abdi dalem) Kerajaan Kutai yang pernah menjadi Asisten Wedana (Camat), dan Dayang Johariah. Kakaknya, Awang Faisjal Ishak, pernah menjadi Bupati Kutai.

Masyarakat umumnya memang memberikan tempat atau strata sosial yang lebih tinggi kepada para pamong praja ini. Mereka dihormati dan disegani karena memiliki pengaruh dan kekuasaan, yang itu membuatnya tampil lebih berwibawa dan bisa memerintah rakyat. Bukankah derajat sosial orang yang memberi perintah selalu lebih tinggi ketimbang yang diperintah?

Contoh Haji RW, salah satu tokoh antagonis dalam sinetron "Tukang Bubur Naik Haji" yang tayang tiap malam di sebuah stasiun televisi. Dia "dihormati" karena memiliki kewenangan dan kekuasaan untuk "memerintah" warganya. Bahkan bila perlu bisa mengusir tamu yang tidak melapor. Sesuatu yang tidak dimiliki warga biasa. Ketua RW memang bukan pegawai negeri, tetapi dia kepanjangan tangan dari pemerintah. 

PNS sedang upacara bendera
Sekarang mari bicara soal kesejahteraan. Gaji yang diterima pegawai di lingkup Pemprov Kaltim paling rendah Rp 5 juta. Ditambah dengan berbagai honor kegiatan pelaksanaan proyek dan sisa dari biaya-biaya perjalanan dinas, seorang pegawai bisa membawa pulang Rp 8-10 juta per bulan. Makin tinggi eselon, akan makin besar pula uang yang bisa dibawa pulang. Sangatlah naif kalau kita bilang mereka belum sejahtera dengan pendapatan resmi minimal sebesar itu.



Bandingkan dengan rata-rata gaji karyawan swasta yang umumnya hanya setara atau sedikit saja di atas Upah Minimum Provinsi. UMP Kaltim 2013 ditetapkan Rp 1,7 juta. Meski sudah naik 49 persen tetapi apakah UMP sebesar itu dirasakan sudah cukup? Kalau cukup tentu mereka tidak akan capek- capek berteriak dan berpanas di teriknya matahari unjukrasa menuntut kenaikan upah. Kenyataannya demo menuntut kenaikan upah masih terjadi.

Kalau pun kemudian dinaikkan, paling hanya 10 persen. Kedepan pemerintah mungkin akan lebih memilih kebijakan khusus, yakni inflation rate plus certain percent. Bagi karyawan hal itu hanyalah kenaikan semu karena laju inflasi acapkali setara bahkan lebih tinggi dari tingkat kenaikan upah. Di Samarinda, angka inflasi bulan Juli lalu tercatat 4,10 persen. Kali ini, meski tidak setinggi bulan sebelumnya tapi Samarinda masih masuk 10 kota dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Pemicunya adalah bahan-bahan pokok dan makanan.

Tingkat kenaikan gaji kebanyakan karyawan swasta di Samarinda selalu tidak mampu mengimbangi laju inflasi. Ini sangat merepotkan mereka apalagi sejak awal gaji yang mereka terima hanya setara UMP, bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL). Kalaupun memenuhi KHL, acuannya sangat minimal, yakni bersandar pada 60 jenis kebutuhan sesuai Keputusan Menaker No 13 Tahun 2012 (sebelumnya 45 jenis).
Gaji mereka umumnya berkisar hanya Rp 1,5-2,5 juta. Tak terkecuali yang di sektor perbankan dan leasingnamun mereka mendapatkan renumerasi yang cukup menyejahterakan. Dibidang pemasaran, masih ada berbagai bonus dan trip gratis bila mencapai target.

Kemampuan perusahaan swasta di Samarinda sepertinya masih jauh dibawah kemampuan Pemprov Kaltim. Ini bisa dimaklumi. Pemerintah adalah pengendali uang terbesar di republik ini. Tahun ini, APBD Pemprov Kaltim mencapai Rp 15,14 triliun. Jadi kalau memberi insentif minimal Rp 3 juta kepada para pegawai yang berjumlah 7.484 orang,  itu hanya 0,001 persen. Artinya, Pemprov masih memiliki kemampuan untuk kembali menaikkan gaji dan renumerasi para pegawainya per 1 Janauari 2014, dimana pejabat eselon I naik menjadi Rp 70 juta, eselon II Rp 60 juta, eselon III Rp 45 juta, dan eselon terendah (IV) Rp 30 juta.

Seberapa besar angka Rp 15,14 triliun? Untuk mudahnya mari bandingkan dengan APBD-APBD daerah lain. Kaltim ternyata paling besar se-Kalimantan. Dibandingkan dengan daerah-daerah lain di pulau tetangga pun, Kaltim masih yang terbesar. APBD Pemprov Sulawesi Selatan misalnya, hanya Rp 5,022 triliun. Pemprov Sulawesi Tengah malah cuma Rp 2,4 triliun. Sebuah kabupaten di Kaltim saja masih jauh lebih kaya dari kedua provinsi itu. APBD Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai Rp 7,5 triliun.

Padahal, jumlah rakyat yang diurus Pemkab Kukar hanya 733.693 jiwa (Mei, 2012). Tak berlebihan kalau Kukar sejak era otonomi daerah menjadi sangat populer dalam berbagai temu nasional yang dihadiri pejabat dari berbagai daerah. Mereka jadi pusat perhatian dan bahan "kekaguman" sekaligus menimbulkan "iri" para pegawai lain, terutama dari daerah-daerah "miskin". Dengan APBD sebesar itu Kukar acap dijuluki sebagai kabupaten terkaya.

Sebuah survei yang dilakukan Wolipop menunjukkan 46 persen masyarakat berminat menjadi PNS. Selain penghasilannya yang menjanjikan, banyak juga tunjangan yang diberikan. Sebagian diantara mereka ingin sekali masuk Departemen Keuangan.

"Tertarik, apalagi masuk depkeu," tutur Clarissa (bukan nama sebenarnya) kepada Wolipop melalui akun Twitter pribadinya. Hal yang serupa juga diinginkan oleh Hani (bukan nama sebenarnya). "Iya, PNS depkeu tapinya," ujarnya.

Tak hanya di bagian Departemen Keuangan saja, ada pula responden lainnya yang berminat menjadi PNS di bagian pajak. "Sangat tertarik, apalagi PNS di Departemen Perpajakan," ungkap Vino (bukan nama sebenarnya).

Mereka yang tertarik menuturkan alasannya, salah satunya karena tunjangan terbilang besar. "Dan, kalau pemerintah kan gak mungkin bangkrut. Beda dengan kerja di swasta. Kapan pun swasta bisa bangkrut," tutur Suharno. Sedang yang tidak tertarik menjadi pegawai negeri (58 persen) umumnya karena sejak di bangku kuliah sudah mulai menekuni dunia usaha.

Apa pun itu alasan orang, yang mesti diingat, menjadi pegawai negeri adalah menjadi pelayan. Pada era Orde Baru sering kita mendengar PNS sebagai abdi masyarakat dan abdi negara. Tapi umumnya masih lips services. Justru rakyatlah yang harus melayani mereka. Mereka masih bak priyayi-priyayi yang harus selalu di-service agar urusan menjadi lancar. Ada anekdot yang masih sering terdengar: Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?!

Tentu rakyat ingin anekdot itu berubah menjadi: Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit!? Gaji dan renumerasi besar yang mereka terima seharusnya benar-benar diwujudkan dalam bentuk peningkatan layanan yang lebih baik kepada rakyat. Setiap pegawai dan instansi pemerintah mesti memiliki tolok ukur kinerja (semacam key performance indexs) yang gampang dilihat dan dinilai rakyat. Ini sekaligus akan menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka memang mampu dibidangnya (kompeten dan kapabel). Terlebih mulai 1 Januari 2014 gaji dan renumerasi mereka akan dinaikkan hingga puluhan juta rupiah. Jadi, tak ada alasan lagi bahwa mereka tak bisa hidup layak. (*)

3 comments:

pak gendoet said...

it's very nice post,
form http://bantalsilikon01.blogspot.com/

can't you visit in here http://bantalsilikon01.blogspot.com/
i will be tanks http://bantalsilikon01.blogspot.com/

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI
















PAK RUDI said...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��