KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Feb 13, 2013

Siasat Menghindari Pelepasan Saham


Ini tulisan jadul. Harap maklum. Ditulis 12 tahun lalu saat saya masih menjadi koresponden harian sore Suara Pembaruan Jakarta. Tulisan tentang "Di Balik Divestasi Saham KPC" ini terdiri tiga tulisan. Berikut adalah bagian pertama (http://suarapembaruan.com/News/2001/08/20/Utama/ut00/ut00.htm).

ACHMAD BINTORO

"Kita tidak bisa lagi menunggu proses divestasi ini. Terlalu banyak sudah kita dirugikan, sementara waktu terus berjalan. Oleh karena itu, kita hentikan saja produksi KPC," kata Agus Tamtomo. Agus adalah master bidang bisnis dari sebuah universitas di Belanda. Anggota Fraksi PDIP ini Ketua Pansus KPC DPRD Kaltim.

Perjuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur  untuk menguasai 51 saham perusahaan pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC) diperkirakan takkan selesai dalam tahun 2001 ini. Meskipun Dirjen Geologi Sumber Daya Mineral Wimpy S Tjetjep menyatakan bahwa divestasi saham KPC akan tuntas Oktober 2001, tapi dia meyakini hal itu mustahil akan terwujud.


Soalnya, makin lama, titik temu di antara kedua belah pihak makin tak jelas, sementara waktu tersisa hanya satu bulan lagi. Pemprov ingin menguasai saham KPC, sebagaimana diharapkan Gubernur Kaltim Suwarna AF, agar Pemprov bisa mengontrol KPC. Secara teoretis, maksudnya tentu untuk meningkatkan
pemasukan bagi provinsi.


Biang tertunda-tundanya divestasi saham KPC adalah siasat mengulur-ulur waktu yang diterapkan manajemen perusahaan multinasional tersebut. KPC dimiliki dua perusahaan di bawah raksa tambang dunia, BP Inggris dan Rio Tinto Australia. Pada mulanya, mereka menolak menjual 51 persen saham sesuai jadwal yang dicantumkan dalam Perjanjian Kerja Perusahaan Pertambangan Batu Bara (PKPPB) tahun 1982. Belakangan, mereka tak bisa menolak, tetapi tetap bertahan pada harga saham yang mustahil terjangkau oleh Pemprov Kaltim.

Bagi Pemprov Kaltim, strategi KPC ini memang melelahkan dan merugikan. Seharusnya, sejak tahun 1996 Pemprov Kaltim sudah bisa membeli 15 dan secara bertahap divestasi itu akan mengurangi mayoritas saham KPC.  Tetapi, desakan agar KPC mendivestasi sahamnya baru dilakukan Pemprov Kaltim sejak 1999. Energi dan dana provinsi itu pun sudah banyak terkuras, terutama untuk ongkos bolak-balik Jakarta-Samarinda.

Sampai tutup buku tahun 2000, perjuangan itu masih kandas. Lenyap sudah peluang meraih dividen dari keuntungan bersih KPC yang mencapai US$ 53, 5 juta (588,5 miliar) tahun itu. Selama ini, karena belum berhasil membeli saham KPC, Pemprov Kaltim hanya mendapatkan pemasukan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan royalti dari KPC. Itu pun harus dibagi dengan pemerintah pusat.

Naikkan Harga Saham

Memasuki tahun 2001, Pemprov Kaltim meminta KPC menjual sahamnya sebesar 51 persen sesuai jadwal PKPPB 1982, tetapi perusahaan itu menolak. Alasannya, seperti dikatakan Peter dan Graefe dari KPC, yang disepakati pada pertemuan terakhir Oktober 2000 hanya penjualan saham antara 37 dan 44 persen, bukan 51 persen. Mereka juga berdalih, karena penawaran saham kepada pemerintah pada 15 Desember 2000 tidak ditanggapi sampai 15 Maret 2001, maka penawaran itu dianggap gugur.

Pada akhirnya, KPC bersedia melepas 51 sahamnya, tetapi mematok harga baru, yakni US$ 889 juta untuk 100 persen atau US$ 453,4 juta ( Rp 4,9 triliun) untuk 51 persen. Ini sama artinya dengan 3,7 kali APBD Kaltim yang hanya Rp 1, 3 triliun. Sementara Pemprov Kaltim hanya menawar US$ 297,5 juta ( Rp 3,2
triliun).

Angka penawaran Pemprov Kaltim pada kisaran US 297,5 juta didasarkan pada penilaian perusahaan sekuritas Jardine Fleming dan Bahana Sekuritas Jakarta pada November 1999.

Patokan harga itu juga diperkuat oleh surat Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral Wimpy S Tjejep tanggal 9 April 2001 kepada KPC. Dalam surat itu Wimpy mengingatkan KPC bahwa basis harga yang telah disepakati bersama untuk penawaran saham sebesar 37 persen adalah US$ 175 juta, sesuai pertemuan terakhir, 26 Oktober 2000.

Angka 37 persen itu mengacu pada persentase saham yang seharusnya dijual KPC kepada pemerintah pada tahun 1999. Bertolak dari angka tahun 1999 itu, menurut Wimpy, harga 51 persen saham tahun 2001 adalah US$ 297,5 juta.

"Bagaimana mungkin harga saham yang semestinya cuma US$ 297, 5 juta untuk 51 persen harus dibeli US$ 453,4 juta," kata Asisten II Setwilda Kaltim Syaiful Teteng, pejabat yang tercatat aktif memperjuangkan hak Kaltim dalam pembelian saham KPC bersama Gubernur Kaltim Suwarna AF, dan Sekprov Kaltim Sayid Sjafran.

KPC menolak patokan harga US$ 297,5 juta dengan alasan penawaran pada pertemuan terakhir sudah kedaluarsa. Apalagi menurut mereka, penawaran itu dibuat terburu-buru karena adanya pemogokan buruh saat itu.

Ketika Pemprov menaikkan harga pembelian menjadi US$ 319 juta, KPC tetap menolak dan menganggapnya terlalu rendah.

Ancam Hentikan Produksi

Menghadapi sikap kaku dan berbelit-belit KPC, baru-baru ini Pansus KPC DPRD Kaltim (yang dibentuk membahas masalah divestasi itu) membuat rekomendasi yang mengagetkan KPC dan 6.000 karyawannya. Rekomendasi Pansus meliputi tiga hal. Pertama, basis harga yang dipakai untuk 51 persen saham KPC adalah US$ 297,5 juta, sebagaimana ditetapkan Departemen Energi Sumber Daya Mineral tanggal 26 Oktober 2000 dan Pasal 26.1.3 PKPPB. Kedua, mendesak pemerintah pusat membatalkan penunjukkan KPC selaku kontraktor dalam PKPPB.

Ketiga, sebelum dilakukan pembatalan penunjukan PT KPC selaku kontraktor, mendesak Pemprov Kaltim menghentikan produksi KPC sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan kewajiban pada pekerja tetap ditanggung oleh KPC.

"Kita tidak bisa lagi menunggu proses divestasi ini. Terlalu banyak sudah kita dirugikan, sementara waktu terus berjalan. Oleh karena itu, kita hentikan saja produksi KPC," Kata Ketua Pansus KPC Agus Tamtomo.

Ia mengatakan, Kontrak Karya KPC berlaku untuk 30 tahun. Mestinya setelah 10 tahun, KPC wajib mendivestasikan sahamnya. Sehingga 20 tahun berikutnya penambangan dilakukan bersama oleh pembeli saham. "Namun karena divestasi tertunda, seluruh deviden hasil penjulan batubara itu hanya dinikmati KPC,"
katanya.

Tetapi, menurut Graefe, apabila harga saham dianggap Pemprov Kaltim terlalu tinggi, kedua belah pihak bisa menunjuk juru taksir independen. Graefe menunjuk PKPPB sebagai landasan hukumnya. "Jadi, tidak perlu mengancam akan menghentikan produksi segala," kata Graefe. "Kalau hal terakhir itu dilakukan, bukan cuma KPC yang rugi tapi semuanya, termasuk warga dan pemerintah."

Pansus KPC DPRD Kaltim mensinyalir, KPC sengaja mengulur-ulur waktu divestasi saham agar divestasi gagal. Banyak cara yang mereka lakukan, antara lain menolak hadir bila diundang Pansus KPC DPRD Kaltim dengan alasan yang dibuat-buat.

Adu Domba

Terakhir, ketika diundang DPRD Kaltim, manajemen KPC menyatakan tak bisa hadir karena diundang DPRD Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan presentasi tentang proses divestasi saham. Tetapi, Bupati Kutai Timur Awang Farouk, sesuai pernyataan pimpinan DPRD setempat, membantah hal tersebut. Sebab, yang terjadi, justru KPC yang mengundang DPRD pada hari itu. "Saya pikir ini rekayasa KPC untuk menghindar dari undangan DPRD Kaltim, sekaligus untuk mengadu domba kita semua," kata Awang Farouk.

Tetapi, Bupati Kutai boleh membantah. Sementara sejumlah anggota DPRD Kutai Timur kini mulai terpengaruh siasat KPC. Mereka mempertanyakan kenapa pihak Kutai Timur tidak pernah diajak dalam pembahasan divestasi, padahal potensi batu bara itu berada di Kutai Timur.

Sebagian anggota DPRD Kutai Timur beranggapan adalah wajar bila Kutai Timur ikut membeli saham, sebab lokasi tambang KPC berada di Sangatta dan Bengalon, Kutai Timur.

Keadaan ini membuat Sekretaris Pansus KPC DPRD Kaltim Herlan Agussalim prihatin. Sebab, kalau saja Pemkab Kutai Timur terpancing dan menuntut hak pembelian yang sama, maka keinginan Pemda Kaltim untuk menguasai 51 persen saham akan kandas. Tidak perlu membeli banyak, cukup misalnya 5 persen saja, maka Pemda Kaltim hanya akan kebagian 46 persen.

Yang dikhawatirkan, bila dalam RUPS Pemkab Kutai Timur tidak sejalan dengan Pemprov Kaltim, maka pada akhirnya yang terus mendominasi pertambangan itu adalah KPC.

KPC memang takut bila saham mayoritas berada di satu tangan, yakni Pemprov Kaltim. Ini akan mengakhiri dominasi Rio Tinto dan BP terhadap KPC dan suaranya dalam RUPS akan mengecil.

Namun, tudingan demikian dibantah keras Manajer Humas PT Rio Tinto Indonesia, Nunik Maulana. Dia menyatakan, tak ada sedikit pun keinginan KPC menolak pembeli tunggal, apalagi sampai mengadu domba.

KPC, katanya, hanya mengikuti proses divestasi seperti digariskan PKP2B. Bila tercapai kesepakatan antara pemerintah dan KPC soal harga, saham akan ditawarkan kepada para calon investor yang memenuhi kriteria. Investor itu bisa saja berasal dari kalangan pemerintah (baik itu pusat, provinsi, malah kabupaten) atau perusahaan nasional lainnya. Jadi pembelinya tidak harus hanya Pemprov Kaltim. Jelas sudah, maksudnya. ***


1 comment:

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI