KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Feb 20, 2013

Gagal di KPC, Akankah Gagal di Blok Mahakam?


Akankah Kaltim gagal untuk kali ketiga? Gagal di KPC. Gagal mendapat prosentase lebih besar dana bagi hasil migas. Lalu akan gagal di Blok Mahakam. Tiadanya transparansi acapkali jadi bumerang. Di antaranya soal investor. Benarkah Yudhistira grup dari Morgan Stanley? Jika iya, lalu untuk apa Aliansi ikut berteriak menegakkan kedaulatan nasional.

ACHMAD BINTORO

TENTU saja saya tidak berharap gagal. Tapi, gejala yang berkembang -- lewat sikap dan pernyatan- pernyataaan para elit nasional maupun daerah -- membuat saya khawatir. Gejala ini mengingatkan saya saat Pemprov Kaltim berjuang merebut hak pembelian 51 persen saham divestasi PT Kaltim Prima Coal.

Mulanya perjuangan itu mulus-mulus saja. Namun saat keinginan menguasai saham tambang batu bara terbesar kedua di dunia itu semakin kuat, mulailah timbul perpecahan. Timbul pernyataan- pernyataan para elit dengan logika komparador. Para elit daerah yang awalnya kompak, kemudian saling serang. Saling sikat. Polemik panas tak terhindarkan. Pemprov pun kewalahan menghadapi dua "lawan" sekaligus, di daerah dan di pusat.

Drama menahun itu dimenangkan Bumi Resources. Emiten dengan kode saham BUMI ini seperti ketiban durian runtuh. Mendapat 100 persen saham KPC dengan harga obral, US$ 500 juta. Pejabat Pemprov kaget bukan kepalang. Pengumuman Rio Tinto dan BP pada 16 Juli 2003 itu -- dengan menjual seluruh saham Sangatta Holding Limited dan Kalimantan Coal Limited -- membuat banyak orang terperangah.

Bumi dianggap menyalip di tikungan. Dalam proses negosiasi sebelumnya nama perusahaan milik keluarga Bakrie ini tidak pernah  muncul di permukaan. Kecurigaan adanya patgulipat seketika menyeruak. Terlebih dengan harga yang jauh di bawah harga yang sebelumnya ditawarkan kepada Pemprov Kaltim, yakni US$ 889 juta atau US$ 453,4 juta untuk 51 persen. Pemprov menolak tawaran setinggi itu dan hanya mau pada harga US$ 297,5 juta, sesuai penilaian Jardine Fleming dan Bahana Sekuritas pada November 1999.

"Bagaimana mungkin harga saham yang cuma US$ 297, 5 juta untuk 51 persen harus kita beli US$ 453,4 juta," kata Syaiful Teteng dengan gusar. Saat itu dia menjabat Asisten II Setprov Kaltim. Dia bersama Sekprov Sayid Sjafran dan Gubernur Suwarna AF adalah tiga pejabat yang paling aktif memperjuangkan hak Kaltim membeli saham KPC.

Tapi publik juga mencibir ketertutupan mereka atas investor yang digandeng, PT Intan Bumi Inti Pradana. Siapa dan kenapa Intan serta bagaimana komitmennya, tak pernah diungkap jelas. Saat itu Pemprov ngotot berupaya menguasai 51 persen saham KPC agar menjadi penentu kebijakan perusahaan.

Namun ketika publik bertanya dari mana sumber dana untuk membeli saham KPC, Pemprov tidak pernah terbuka. Apakah dari kas daerah atau dari swasta nasional yang digandeng perusda? Suwarna hanya mengatakan: "Uang sebesar itu akan segera tersedia." Yang penting ada kesepakatan terlebih dulu melepas 51 persen saham KPC dengan harga yang diinginkan Pemprov.

Intan pada era Suwarna, tak ubahnya PT Yudhistira Bumi Energy pada era Awang. Nama Yudhistira baru muncul pada Januari 2010 saat diperkenalkan oleh PT Migas Mandiri Pratama (Perusda milik Pemprov) untuk membeli saham di konsorsium Blok Mahakam. Awang juga selalu mengelak jika ditanya soal dari mana sumber dana untuk membeli saham di Blok Mahakam.

Sebutlah daerah hanya ingin membeli 10 persen, setara dengan standar Participating Interest (PI) untuk blok baru. Berarti daerah harus menyediakan dana investasi sekitar Rp 2 triliun per tahun.  Asumsinya, Total dan Inpex selama ini mengeluarkan dana investasi US$ 2 miliar per tahun (sekitar Rp 19 triliun).

"Berapa (anggaran) yang kita siapkan, itu nanti dulu. Kita fokus saja dulu bagaimana mendapatkan hak pengelolaannya. Yang pasti kalau kita menuntut (hak), berarti kita sudah siapkan anggarannya," kata Gubernur Awang Faroek. Ia juga enggan menyebutkan sumber dananya.

Cibiran saat itu bahkan meruyak di dalam tubuh pemprov sendiri. Adalah Wagub Kaltim Chaidir Hafiedz yang getol mempersoalkan perjanjian kerjasama Perusda MBS dengan PT Intan. Ia bukan hanya mempersoalkan bagian pemprov yang dinilainya sangat kecil, tapi juga karena sebagai wagub dia tidak pernah dilibatkan.

"Mereka sepertinya sengaja meninggalkan saya, tidak mengajak saya. Padahal, jelek-jelek saya ini kan wagub bidang pengawasan," kata Chaidir tanpa menyebut siapa yang ia maksudkan dengan mereka itu. ***

PUBLIK masih bertanya-tanya siapa sebenarnya di belakang Yudhistira. Dua belas tahun silam, publik juga bertanya-tanya siapa di belakang Intan. Ketertutupan melahirkan sakwasangka. Pemkab Kutai Timur yang digadang-gadang bisa diajak berkongsi pun curiga. Awang Faroek yang ketika itu Bupati Kutai Timur turut mempertanyakan keberadaan Intan.

Tidakkah terpikir bahwa Bupati Kukar Rita Widyasari pun akan bisa bersikap sama terhadap Awang Faroek yang kini menggandeng Yudhistira? Memang yang muncul di permukaan masih sebatas harmonisasi, yakni kesepakatan pembagian porsi saham 60:40 persen antara Kukar dan Pemprov. Barangkali Rita masih menahan diri. Tetapi, minimnya dukungan Rita terhadap perjuangan Aliansi Rakyat Kaltim untuk Blok Mahakam tentu bukan tanpa sebab.

Kabarnya, Intan milik David Salim, keponakan konglomerat Liem Swie Liong. Lelaki bertubuh tambun ini dikenal oleh sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kaltim. Setiap kali mereka berurusan di Jakarta, untuk memperjuangkan divestasi saham KPC, acapkali dilayani oleh David.

Tetapi, dalam akta perjanjian kerjasama 13 November 2000 yang tercatat di Kantor Notaris Esther Mercia Sulaiman, Jakarta tak tercantum nama David. Dalam struktur direksi Intan hanya tercantum Sajuki Wirakusumah dan Mahyudin, masing-masing sebagai Presdir dan Direktur, dan Letjen (Purn) Moetojib. Mantan Kabakin itu sebagai Komisaris Utama.

Moetojib dikenal dekat dengan Presiden Megawati. Ia juga dekat dengan Suwarna. Moetojib pernah menjadi Pangdam VI/Tanjungpura (sekarang Mulawarman) di Balikpapan. Ketika itu Suwarna AF adalah bawahannya, sebagai Asisten Intelijen di Kodam tersebut.

Dalam kerja sama dengan MBS, disebut akan membeli 51 persen saham KPC, dan Intan memiliki 90 persen saham. MBS memiliki 10 persen, yang merupakan hibah dari IBIP. Dengan demikian, kalau Pemprov Kaltim berhasil membeli 51 persen saham KPC, maka Intanlah yang akan menguasai mayoritas saham. Saat itu didengung-dengungkan untuk Pemprov Kaltim. Artinya, bagian yang diterima Pemprov (MBS) hanya 10 persen dari 51 persen alias 5,1 persen dari total saham KPC. Ini kurang lebih saham golden share 5 persen yang diperoleh Pemkab Kutim dari Bumi.

Lalu siapa sebenarnya Yudhistira? Direksi MMP bungkam. Gubernur juga mengelak. Yudhistira disebut-sebut grup dari perusahaan investasi Morgan Stanley dari AS. Beralamat di lantai 20, Wisma Agro Manunggal Jakarta. Perusahaan ini didirikan Desember 2009, sebulan lebih muda dari MMP. Grup Morgan memiliki delapan perusahaan di Tanah Air, di antaranya dengan cara menggandeng perusda setempat di Blok Cepu, Blok Masela Maluku, dan Blok West Madura Jatim.

Jika benar demikian, tidakkah investor yang digandeng Kaltim sebenarnya investor asing. Lalu apa gunanya selama ini Aliansi berteriak keras agar Blok Mahakam tidak lagi diberikan kepada asing, demi menegakkan kedaulatan nasional? Apa bedanya Yudhistira (AS) dengan Total (Perancis) dan Inpex (Jepang)?

Ekonom Unmul Aji Sofyan Effendi mengatakan seharusnya Kaltim lebih jeli dalam menggaet calon investor migas. "Jangan labelnya saja perusahaan Indonesia, tapi isinya asing. Ini sama juga artinya, keluar dari mulut buaya masuk ke mulut sinhga. Spirit kita berjuang di Blok Mahakam kan itu, demi menegakkan kedaulatan nasional," jelasnya, Selasa (19/2). Aji juga anggota Dewan Pakar Aliansi yang memperjuangkan hak pengelolan di blok tersebut.

Pemprov Kaltim mestinya berkaca dari pengalaman masa lalu. Kita pernah gagal di KPC, antara lain karena kertertutupan terkait investor yang digandeng. Awang Faroek tahu persis kisah masa lalu itu. Dia tahu pula bahwa ada jalan lain agar Kaltim tidak terperosok di lubang yang sama. Jalan tersebut adalah transparansi.(***)

1 comment:

IBU WINDA DI GARUT said...

Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI


























Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.






KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI