KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Apr 1, 2010

Mengejar Tujuh Ringgit di Kebun Sawit

oleh achmad bintoro

Bagi sebagian orang, tidak mudah memahami jalan pikiran para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang nekat kembali bekerja di sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia cuma demi tujuh ringgit Malaysia (RM, sekitar Rp 16.100) per hari. Bukankah di Indonesia tidak kalah banyak sektor kerja yang menawarkan upah setara atau malah lebih besar dari itu. Bukankah Indonesia memiliki lahan cukup luas untuk diolah menjadi perkebunan sawit.

"Jadi, buat apa mengadu nasib sampai jauh ke Malaysia kalau hanya untuk tujuh ringgit, kalau harus menantang ancaman cambuk," kata Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP) Kaltim Luther Kombong melihat banyaknya TKI di Nunukan yang gigih berupaya kembali ke Malaysia. Luther memiliki beberapa perusahaan kebun sawit di Berau. Ia kini anggota DPD RI asal Kaltim.

Apalagi, untuk mendapatkan upah yang terbilang tidak terlalu besar itu terkadang harus dijalani dengan cucuran air mata dan simbahan darah akibat ancaman hukuman cambuk yang mulai diterapkan Pemerintah Malaysia terhadap para pendatang haram. Asal tahu saja, sudah 387 TKI ilegal yang terpaksa harus menjalani hukuman cambuk rotan. Entah masih akan ada berapa TKI lagi yang bakal terkena sabetan cambuk karena hingga kini saja tercatat masih sekitar 125.000 TKI ilegal yang mencoba bertahan di Sabah. Ini belum lagi ribuan TKI lain yang nekat kembali ke Sabah tanpa melengkapi dirinya dengan dokumen resmi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tewasnya puluhan TKI dan keluarganya di tempat-tempat penampungan TKI ilegal di Nunukan beberapa waktu lalu serta adanya sekitar 30 TKI yang mengalami depresi berat hingga sakit jiwa, merupakan gambaran dari buruknya perlakuan pihak Malaysia (mulai dari mandor, juragan hingga oknum aparat pemerintah) terhadap TKI.

Terlepas dari sikap pemerintah yang lamban dalam menangani ratusan ribu TKI yang terusir dari Malaysia, kondisi sebagian besar TKI ketika pertama kali tiba di Nunukan memang sudah sangat memprihatinkan. Tiba di penampungan dengan uang pas-pasan bahkan tanpa sesen pun ringgit di tangan dengan kondisi fisik yang sudah sangat lemah.

Dengan berat hati mereka harus merelakan diri tidak menunggu pembayaran upah demi menghindari tangkapan polisi dan petugas imigrasi. Sebagian yang sempat membawa seluruh harta dan uang mereka - hasil kerja keras selama puluhan tahun - pun harus merelakan dirampas petugas guna menghindari ancaman kurungan penjara dan sabetan cambuk.

Kondisi demikian mencerminkan derita dan perlakuan kasar pihak Malaysia yang harus mereka terima. Dari peristiwa pengusiran itu diketahui, ternyata cukup banyak kisah pilu mewarnai hari-hari TKI selama berada di kamp-kamp perkebunan di Malaysia.

Banyak orang beranggapan, para TKI itu akan kapok kembali. Mereka mestinya jera kerja di negeri yang selama puluhan tahun ini telah mengekploitasi diri mereka sebagai buruh murah dan menjebak mereka ke dalam belitan utang yang maha kuat. Mestinya pula, mereka tidak kembali ke sana ketika sabetan rotan dan cambuk, kesewenangan, praktik perbudakan hingga perlakuan amat kasar dalam proses deportasi menimpa mereka.

Tetapi, melihat banyaknya TKI yang menginjakkan kembali kakinya di bandar Kalabatan dan Pelabuhan Resmi Tawao, Malaysia Timur, maka orang tahu bahwa daya tarik Malaysia bagi TKI belumlah pudar. Dari 133. 000 TKI ilegal dari sabah yang dideportasi ke Nunukan, diperkirakan hanya sekitar 10.000 TKI yang pulang ke kampung asalnya. Sebagian besar kembali ke Sabah melalui Tawao, baik dengan atau tanpa job order dan calling visa.

Ironis. Indonesia yang memiliki hamparan lahan perkebunan cukup luas ternyata kurang diminati oleh TKI. Kalimantan Timur (Kaltim) saja menyediakan empat juta hektare lebih lahannya untuk areal perkebunan sawit di sepanjang garis perbatasan Kaltim-Sabah. Luasan itu semestinya lebih dari cukup buat menyaingi Sabah yang sampai kini masih sebagai penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

Sejumlah pengusaha perkebunan pernah meminta kepada TKI untuk tidak kembali kerja di Malaysia. Mereka sanggup memberi pekerjaan di bidang yang sama dengan upah dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Pengusaha Kaltim berani membayar TKI sebesar Rp 30.000 per hari ditambah dengan sistem kerja borongan yang memungkinkan pekerja bisa mendapat upah lebih besar lagi.

Sayangnya, tawaran yang disampaikan melalui Bupati Nunukan Hafieds Achmad itu tidak disambut oleh TKI. Kalaupun ada jumlahnya hanya beberapa puluh orang. Mereka tetap memilih kembali ke Malaysia, kendati untuk itu harus berulang kali menjadi korban pemerasan para calo dan menerima kembali kemungkinan perlakuan buruk majikan dan oknum aparat Kerajaan Malaysia.

Sebenarnya memang pilihan para TKI menjadikan Malaysia sebagai tempat mengadu nasib tidak keliru. Harus diakui, kondisi Kaltim sendiri belum memungkinkan untuk menyaingi kebun sawit Sabah mengingat masih sangat terbatasnya sarana pendukung, terutama infrastruktur jalan.

Bahkan upaya Gubernur Kaltim untuk membangun satu juta hektare lahan sawit di perbatasan pun hingga kini belum juga terealisasi akibat masih sangat terbatasnya sarana infrastruktur yang ada. Jalan yang menghubungkan Nunukan menuju daerah perbatasan di Simenggaris misalnya, belum bisa dilewati. Begitu pun jalan menuju lahan-lahan yang dicadangkan untuk perkebunan sawit di Nunukan, Malinau dan Bulongan, sama sekali belum dibangun.

Padahal sampai kini tercatat 174 perusahaan perkebunan besar swasta yang diberi izin membangun perkebunan sawit dengan lahan cadangan lebih dari empat juta hektare. Tetapi, yang sudah merealisasikan penanamannya hanya sekitar 15 perusahaan. Ratusan lainnya tidak jelas apa yang mereka lakukan.

Tak Bangun Kebun
Luther Kombong tegas-tegas mengatakan bahwa para pengusaha itu memang tidak ada niat untuk membangun kebun sawit. Mereka mengurus izin lokasi perkebunan hanya sebagai dalih atau tameng untuk membabat hutan di lahan yang diberikan. Setelah hutan itu gundul, mereka akan lari tanpa kabar berita.

Sebagian pengusaha berdalih, adalah bukan salah mereka kalau tidak bisa mewujudkan rencana pembangunan perkebunan sawit. Bagaimana mungkin bisa direalisasikan kalau tidak ada jalan menuju ke lokasi. Bila pembangunan jalan itu juga dibebankan kepada mereka, tentu hal itu sangat memberatkan.

"Anda bisa bayangkan, harus berapa ratus miliar lagi kami menyiapkan dana? Sedang untuk membangun sawit dan satu pabrik CPO (crude palm oil) saja membutuhkan tidak kurang dari Rp 600 miliar. Sementara kita tahu return invesment bisnis ini kan sangat lama, mana ada bank yang sanggup memberikan kredit," kata seorang pengusaha yang basis usahanya sebenarnya di perkayuan.

Menurut Andas P Tanri, mantan direktur sebuah perusahaan sawit di Nunukan, pernah menjadi anggota Komisi III DPR RI, upah kerja perkebunan sawit di Malaysia, khususnya di wilayah Negara Bagian Sabah, sebenarnya tidak lebih besar dibandingkan upah di Indonesia. Ketaktertarikan TKI bekerja di lahan-lahan perkebunan di Kaltim dan daerah lain di Tanah Air justru karena sulitnya akses menuju lahan-lahan tersebut.

Jika dihitung dengan nilai tukar rupiah, upah kerja TKI di Sabah yang RM 7 hanya sekitar Rp 16 ribu. Angka ini tidak jauh beda dengan upah di Indonesia. Kecuali upah TKI di Serawak dan Semenanjung yang lebih besar, mencapai RM 12 hingga RM 16 per hari. Belum diketahui kenapa terjadi perbedaan upah yang mencolok di ketiga daerah Malaysia itu.

Andas mengatakan, kendati upah di Sabah dan Indonesia kurang lebih sama tetapi akan berbeda bila dibelanjakan. Sebab harga kebutuhan pokok di Malaysia umumnya sama, baik itu di kota maupun pelosok desa mengingat sudah lancarnya transportasi hingga ke daerah perbatasan. Sedang di Indonesia, harga barang dan kebutuhan pokok akan makin tinggi di daerah pedesaan apalagi terpencil.

Harga rokok di daerah perkebunan di Kaltim misalnya, bisa dua-tiga kali lipat harga di kota. Akibatnya pekerja tidak mampu mengumpulkan penghasilannya untuk keluarga. Berbeda dengan di Malaysia, mereka masih bisa menabung atau dikirim untuk keluarga di Indonesia.
Dengan kondisi itu, sulit bagi Kaltim untuk mengajak para TKI bekerja di areal kebun sawit di Kaltim.

"Secara ekonomis memang tidak menguntungkan. Jadi bisa dimengerti kalau mereka lebih memilih balik lagi ke Malaysia. Mereka tidak punya pilihan yang lebih baik," kata Andas.
Jadi, kalau memang menarik minat TKI dan ingin menjadikan Kaltim sebagai pusat perkebunan apalagi harus menyaingi Malaysia, maka yang pertama dilakukan haruslah membangun sarana dan prasarana termasuk infrastruktur jalan.

Ketua Harian Gabungan Pengusaha Perkebunan Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, para pengusaha sebenarnya bisa saja memberikan gaji lebih besar kepada pekerja, tetapi syaratnya, pemerintah harus membenahi dan membangun infrastruktur wilayah.

Selama ini pengusaha terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra yang cukup besar akibat keterbatasan infrastruktur terutama untuk pengolahan lahan dan pembuatan jalan industri yang kesemuanya harus dilakukan sendiri.

Kendala lain yang dihadapi pengusaha adalah berbelitnya birokrasi perizinan, yang tidak saja memakan waktu cukup lama tetapi juga menguras cukup banyak dana. Sehingga pengusaha menjadi berpikir dua kali untuk melanjutkan rencananya.

Lagi-lagi ini berbeda dengan Malaysia. Di negeri seberang itu pengusaha yang mampu membersihkan lahan justru dibayar pemerintah setempat sebesar RM 1.000 per hektare. Sedang di Indonesia, pengusaha sendiri yang harus mengeluarkan dana besar untuk membersihkan lahan perkebunan yang mencapai Rp 1,2 juta per hektare. Akhirnya sebagian pengusaha pun terpaksa berbuat nakal dengan menjadikan ketentuan itu sebagai kesempatan untuk mencuri kayu di sekitar areal.[]




6 comments:

jabon said...

MENDING KE KEBUN SENDIRI. hahaha

Pasa Firaya, ST said...

Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^

Ibu Riani said...

sujud sukur berkat bantuan aki pramadi,,,dan berkat imformasi dari member-member aki pramadi,,,yang telah meyampaikan bahwa jika anda ingin mengubah nasib melalui angka togel ghoib hubungi AKI PRAMADI,,,dan TADI malam saya sudah buktikan berkat bantuan AKI PRAMADI,,,yang telah memberikan angka togel ghoib SGP 4D (6193) tadi malam 30-11-2015 akhirnya saya menang 500 juta,,,dan insyaallah saya bisa lunasi semua hutang-hutang saya yang lagi di BANK,,,sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terimah kasih kepada AKI PRAMADI,,,dan member-member.nya yang telah mengimformasikan keberhasilanya,,,dan saya turut mengimformasikan,,,jika anda merasa punya beban (hutang)yang sudah lama belum bisa terlunasi,,,dan ingin mengubah nasib lebih layak dibandingkan nasib yang sekarang seperti saya,,,dan member-member yang lain silahkan hubungi AKI PRAMADI DI nomor,,,082~349~535~132,,BELIAU BISA MEMBANTU DI PUTARAN APAPUN,ATAU ANDA BUTUH PESUGIHAN SILAHKAN HUB AKI PRAMADI DEMIKIAN KISAH NYATA DARI SAYA

master togel said...

SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!

Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<





SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!

Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<




SALAM KENAL SEMUA,…!!! SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!

Saya Sangat BerTerima kasih Atas Bantuan Angka Ritual AKI…Angka AKI KANJENG Tembus 100%…Saya udah kemana-mana mencari angka yang mantap selalu gak ada hasilnya…sampai- sampai hutang malah menumpuk…tanpa sengaja seorang teman lagi cari nomer jitu di internet…Kok ketemu alamat KI KANJENG..Saya coba beli Paket 2D ternyata Tembus…dan akhirnya saya pun membeli Paket 4D…Bagai di sambar Petir..Ternyata Angka Ritual Ghoib KI KANJENG…Tembus 4D…Baru kali ini saya mendapat angka ritual yang benar-benar Mantap…Bagi saudara yang ingin merubah Nasib anda seperti saya…Anda Bisa CALL/SMS Di Nomer KI KANJENG DI 085-320-279-333.(((Buktikan Aja Sendiri Saudara-Saudari)))

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<

Glory Chilly said...

Halo,
Apakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: gloryloanfirm@gmail.com. mengisi formulir Informasi Debitur berikut:

Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________

silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.

Ibu Romlah said...

SAYA IBU ROMLAH POSISI SEKARANG DI MALAYSIA
SUDAH 8 TAHUN SAYA KERJA JADI PEMBANTU DI MALAYSIA
MAU PULANG KE INDO TIDAK PERNA TERKABUL KARNA MASALAH KEUANGAN APALAGI HUTANG MASIH BANYAK SAMA TEMAN DI TAMBAH SAMA MAJIKAN SIANG MALAM SAYA SELALU MELAMUN KARNA TERLILIT HUTANG DAN SECARA KEBETULAN SAYA BUKA INTERNET ADA SESEORANG BERKOMENTAR SUKSES DENGAN CARA PASANG TOGEL KATANYA DI BANTU OLEH MBAH SERO KEBETULAN DI MALAYSIA ADA PEMASANGAN TOGEL JADI SAYA COBA HUBUNGI MBAH SERO SIAPA TAU INI REJEKI SAYA ANGKA YANG DI BERIKAN MBAH 6D TOTO TEMBUS 100% SYUKUR ALHAMDULILLAH SAYA SUDAH BISA MELUNASI HUTANG HUTANG SAMA TEMAN DAN MAJIKAN RENCANA MAU PULANG KAMPUNG UNTUK BUKA USAHA BAGI SAUDARAH SAUDARAH MAU SUKSES SEPERTI SAYA TERUTAMA YANG TERLILIT HUTANG SUDAH LAMA BELUM TERLUNASI JANGAN PUTUS ASA LANSUNG HUBUNGI MBAH SERO DI NO.HP: 082 370 357 999 ATAU BUKA BLOG MBAH KLIK DISINI PESUGIHAN TANPA TUMBALSAYA JAMIN MBAH TIDAK AKAN MENGECEWAKAN PASTI ANDA SUKSES ATAU BIKTIKAN AJA SENDIRI.