KATA layaknya DNA. Ia JEJAK yang mampu menembus batas ruang dan waktu


Sep 4, 2008

Tempe Blewah, Takjil Favorit Puasa


MAKAN tempe dembel dan minum es blewah sebenarnya bukan ritual tahunan. Tempe dembel adalah tempe yang digoreng dengan racikan bumbu empon-empon dan tepung terigu. Ada yang menyebut mendoan.

Di luar bulan puasa pun, istri saya selalu menyisipkan tempe dembel itu sebagai bagian dari menu sehari-hari. Dia tahu betul kegemaran saya. Sedang es blewah jarang sekali bisa saya nikmati. Selain musiman, pedagang buah di Samarinda jarang sekali menjualnya. Kadang-kadang kalau lagi musim, tersedia di Hero Supermarket dan Foodmart. Harganya sudah melonjak hingga Rp 40.000. Di kampung saya di Tuban, blewah seukuran buah melon biasa dijual tak lebih dari Rp 5.000

Meski bukan ritual tahunan, namun saya merasakan makan tempe saat bulan puasa nikmatnya lebih dari biasa. Kebetulan, meski bukan orang Jawa, istri saya pintar sekali membuat tempe dembel. Kerenyahan dan taste-nya benar-benar khas dan pas. Bahkan hadama di rumah pun belum bisa menandinginya. Padahal dia orang Jawa asli. Saat seperti itu, istri saya menggoreng hingga satu baki (sekitar 50 biji).

Tempe itu tersaji di meja makan atau kadang di karpet depan teve sambil kami menunggu beduk adzan Maghrib. Jangan anggap itu terlalu banyak. Tak lama setelah adzan, biasanya sudah ludes. Sebagian besar saya yang makan. Saya biasa memakannya dengan cabe rawit. Begitu pula istri, mak dan ipar-ipar saya. Sedang Tifa dan Salsa lebih senang memakannya dengan campuran caos lombok dan tomat.


2 comments:

www.koekoeh.co.nr said...

Wah lezatnya ^^!
Nyam... Nyam... Nyam......

Bali hotel said...

makan tempe dembel dan minum es blewah wah... mantabbb enaknya. ada jual dimana aja pak bin?